Thursday, February 21, 2013

Pingu dah tak kool.

Hari ini aku banyak tidur.

Banyak sangat tidur.

Entah, tak efisien langsung.

Tambah duduk rumah ni memang tak keluar mana-mana selepas majlis hari tu.

Bosan jangan cakaplah. Nak beli sikat pun tak boleh keluar.

Boring. Boring.

Tapi for the time being, biarlah camni. Lebih selesa berbanding pulang ke alam realiti, kuang3.

Embun di pagi buta,
menebarkan bau basah,
Detik demi detikku hitung,
Inikah saat untukku pergi.

Oh Tuhan ku cinta dia,
Berikanlah aku hidup,
Takkanku sakiti dia,
Hukum aku bila terjadi.

Aku tak mudah untuk jatuh cinta,
Aku tak mudah mengataku cinta,
Aku t ak mudah mengatakan ku jatuh cinta.....

Senandungku hanya untuk cinta,
Tirakatku hanya untuk Engkau,
Tiada dusta sumpah ku setia sampaiku menutup mata.

Huu...selama hampir seminggu ini aku duduk diam2, tiba-tiba jadi ribut. Kat Penang tak tahu apa jadi, baru semalam kepoh perihal aku taknak balik, haha.

Aku taknak balik lagi.Aku tak tahu dah nak buat apa kat sana.

Ibu suruh minta jadi GSTT kat sekolah beliau memandangkan ada ibu didik yang hampir bersalin.

Dan nyah suruh jadik share partner untuk perusahaan burger bakar cheese meleleh dia tuh.

Kat penang pulak, ainina shah berdegil minta akaun number. M pulak nak bagi pinjaman segala. Siap carikan kerja nih.

Dan aku pening kepala.

Hanya boleh menunduk bila tengah lunch. Nyah masak sedap, ikan keli goreng berlado. Ingat nak tambah tapi seleraku bantut.

Ayah tanya macam2.

Aku nak duduk rumah je. Duduk rumah je. Aku nak rehat. Kenapa kena tanya suatu benda yang aku taknak jawab, aku taknak fikir?!

Aku sangat sedih. Duduk kat penang aku tak sempat nak fikir. Dalam takde kerja diri tetap kena bekerja. Aku penat. Bila nak rehat kat rumah, huru-hara pula kat penang sana. Aku bukan orang penting, tapi kalau sebab aku orang lain susah, memang aku tak rela.

Bila duduk kat rumah pulak, asyik kena tanya2. Ya aku tahu aku sulung, jadi role model, adik2 masalah aku kena cater segala, buang masa dan sebagainya, biarlah! Tak boleh ke bagi senggang masa, untuk aku menjadi aku?

Kalau aku buang masa pun, masa aku bukan masa orang lain!

Kenapa ye aku hidup, ya Allah?

Sedihnya.

Sangat minta maaf dengan ayah sebab kayong takmampu nak respons yang baik2 selain tunduk dan makan.

Memakan nasi bersama kangkung dengan suapan yang besar2 itu umpama menelan gumpalan pasir, ayah tahu?

Fahamlah, bahawa saya ni manusia.

Tak tahu nak pergi ke mana.

Sangat rindu masjid besi. Rasa nak lepak kat belakang tabir batu berdekatan kolam masjid.

But still, langkahku terbatas.

There are so many things to be think of.

Baru2 ni semua yang berjumpa aku semua gaya2 nak carikan jodoh segala.

Kalau tak susahkan hidup orang tak boleh ke?

Janganlah cakap depan2 macam tu gaya aku desperate sangat!

Gila betul. Tak payah poyo-poyo nak kenenkan aku dengan sapa, berbohong, penipu semua tu!

Kenapalah wujud orang2 camtu kat dunia nih?

Pastu ada jugak yang penyibuk as if dia sangat berautoriti dalam bertanyakan masalah aku all of sudden. Kau ingat kau sapa? Ha, ni yang aku rasa nak marah ni.

Baru nak baiklah konon. Ah, persetankan semua tu.

Biarlah aku hidup dengan diri aku sendiri. Korang semua pergi jauh. Korang tak membantu.

Pingu dah tak Cool

Thursday, February 7, 2013

Sah Choleric

Sumber 1

Your temperment is choleric. The choleric temperament is fundamentally ambitious and leader-like. They have a lot of aggression, energy, and/or passion, and try to instill it in others. They can dominate people of other temperaments, especially phlegmatic types. Many great charismatic military and political figures were choleric. They like to be in charge of everything. However, cholerics also tend to be either highly disorganized or highly organized. They do not have in-between setups, only one extreme to another. As well as being leader-like and assertive, cholerics also fall into deep and sudden depression. Essentially, they are very much prone to mood swings. 


Rujukan: http://personality-testing.info/tests/4T.php

Sumber 2


With your 47 % you are: Phlegmatic: Laid-back, good-natured, easy to please. Usually get along with everyone, not one to 'make waves'. Weaknesses: Easy to become lazy, indecisive, selfish--usually undisciplined. 19 % from 39298 test takers had this profile!
But you have almost become this: 
With your 33 % you are: Choleric: Leader, organized, self-disciplined and sufficient. Very successful. Weaknesses: Try to be perfect all the time, become bossy, don't 'let your guard down'.
And that you are not at all: 
With your 13 % you are: Melancholy: Usually emotional, individualistic, creative...Commonly artistic, spontaneous, lover of 'different' things. Weaknesses: You don't care enough of what others think. You're always trying to be 'different', and you don't stick with anything.
With your 7 % you are: Sanguine: Loves people, friendly, great story-teller...Loves to be center of attention or just to fit in. Weaknesses: Loss of individualism because you care too much about others' opinions.
Rujukan: http://www.allthetests.com/quiz07/dasquiz2.php3?testid=1066683666

Sumber 3:

Strength Answers:
Sanguine:
Choleric:
Melancholy:
Phlegmatic:
Weakness Answers:
Sanguine:
Choleric:
Melancholy:
Phlegmatic:
Totals:
Sanguine:
Choleric:
Melancholy:
Phlegmatic:


rujukan:http://neoxenos.org/wp-content/blogs.dir/1/files/temperaments/temperament_test.htm

Sumber 4:


Your result for The Four Temperaments Test ...

Choleric

76% Sanguine, 94% Choleric, 50% Melancholic and 60% Phlegmatic!
A person who is choleric is a do-er. They have a lot of ambition, energy, and passion, and try to instill it in others. They can dominate people of other temperaments, especially phlegmatic types. Many great charismatic military and political figures were cholerics. They like to be leaders and in charge of everything.
Motive: Power
Needs:
  • To look good (academically)
  • To be right
  • To be respected
  • Approval
Wants:
  • To hide insecurities (tightly)
  • To please self
  • Leadership
  • Challenging Adventure
To find out more about your personality, you should visit:http://www.PersonalityNation.com

Pingu Cool

Wednesday, February 6, 2013

Encik Mujahid.

Sebut saja namanya Mujahid. Ia adalah seorang aktivis dakwah yang saat ini mengikuti dua kuliah magister di dua kampus yang berbeda, dan bekerja dengan jam kerja 40 jam per pekan. Penghasilannya 1,6 juta per bulan (RM4000/sebulan).

Selain kesibukan kuliah dan bekerja, al-Akh Mujahid juga sibuk memegang amanah di dakwah kampus, dakwah sekolah, dan di PKS tingkat Kecamatan di bagian Kaderisasi. Selanjutnya yang luar biasa, al-Akh Mujahid ternyata memiliki amanah 11 (sebelas) halaqah binaan dengan total peserta 99 orang. Binaan remaja setingkat SMA 3 kelompok, setingkat umur mahasiswa 7 kelompok, dan setingkat umur SMP 1 kelompok. Allahu Akbar!
Dengan kesibukannya yang luar biasa tersebut al-Akh Mujahid mengaku tetap bisa diandalkan orang tuanya dalam menjalankan beberapa tugas di rumah.

Karena kesungguhannya dalam melakukan aktivitas tarbiyah, belum lama ini al-Akh Mujahid mendapatkan hadiah satu buah sepeda motor dari Ust. H. Ahmad Heryawan.

Ia menjelaskan alasan mengapa harus dan apa manfaat mengelola banyak kelompok binaan.

Pertama, menurutnya, kebutuhan murabbi amat besar. Ada berapa jumlah kader dakwah di Indonesia? Ada berapa jumlah masyarakat Indonesia? Dengan asumsi kita mengandalkan dakwah model halaqah saja, maka kita butuh banyak murabbi. Kita sangat sering melihat kebutuhan murabbi yang tidak terpenuhi, sampai-sampai terjadi harus digaji untuk mendapatkan murabbi yang siap meluangkan waktunya.

Keduakebanyakan orang takut memegang banyak kelompok binaan akan mengganggu amanah yang lain, misalnya kuliah. Menurutnya ia membuktikan sebaliknya. Ketika jumlah halaqah yang dibinanya hanya 1 kelompok, IP (indeks prestasi) nya hanya di bawah 3. Ketika jumlah halaqah yang dibinanya dinaikkan menjadi 5 kelompok, IP-nya meningkat menjadi 3, 25. Dan ketika jumlah halaqah yang dibinanya dinaikkan menjadi 7 kelompok, IP-nya meningkat menjadi 3, 65. Bahkan ia mendapat beasiswa S2  dari kampusnya ketika jumlah halaqah yang dibinanya dinaikkan menjadi 10 kelompok. Hal ini menurut Al-Akh Mujahid menjadi bukti kebenaran janji Allah seperti disebutkan dalam al-Qur’an:
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad: 7)

Ketiga, setiap hari kita punya 16 jam aktif. Berarti sepekan ada 112 jam. Bila 15 jam saja kita isi untuk mengelola 10 kelompok halaqah tentu cukup. Waktu tersebut tidak banyak dibandingkan dengan manfaat dari pahala yang bisa kita dapatkan.

Keempat, setiap selesai mengisi satu halaqah, ia pun seperti terbina oleh materi yang disampaikannya sendiri. Wawasannya seperti dipaksa meluas oleh pertanyaan-pertanyaan para binaan. Ruhiyah juga menjadi lebih terjaga karena hamper tiap hari ia membina halaqah.

Bagaimana cara mendapatkan kelompok halaqah binaan sebanyak itu?
 Kalau kita menunggu, menurut al-Akh Mujahid, biasanya kita tidak akan bisa mendapatkannya. Namun kalau kita mau jalan-jalan, banyak sekali lahan dakwah yang membutuhkan mentor. Jumlah SMA di Kota Bandung ada 200-an. Jumlah Kampus ada 100-an. Belum lagi jika dihitung jumlah masjid yang ada di masyarakat.

Bagaimana mengelola kelompok halaqah binaan sebanyak itu?
 Mungkin kita berpikir bahwa kalau memegang 10 kelompok halaqah maka harus menyusun 10 materi pembinaan setiap pekannya. Ternyata cara al-Akh Mujahid tidak seperti itu. Ia menyusun satu materi pembinaan untuk disampaikan pada semua kelompok. Maka waktu persiapan jadi hemat. Materi yang disiapkan pun lebih berdaya guna.

Halaqah diagendakan dalam 60 – 90 menit saja. Dan di dalamnya ia tidak harus berbicara terus menerus, tapi lebih banyak diskusi dan mempersilahkan para binaan untuk berpendapat. Disinilah al-Akh Mujahid bisa beristirahat. Selain itu dengan diadakannya presentasi bergilir di antara binaan, ia bisa melatih para binaannya agar siap menjadi murabbi di masa depan.

Al-Akh Mujahid juga memanfaatkan facebook. Ia membuat grup di situs jejaring social itu untuk setiap grup halaqah. Materi-materi yang tidak bisa disampaikan saat halaqah, dapat disampaikan melalui grup facebook tersebut.

Jika ada binaannya yang tidak bisa hadir pada jadwal yang ditentukan, maka ia diharuskan hadir pada jadwal kelompok lain.

Di setiap kelompok al-Akh Mujahid menunjuk satu orang yang bertugas menjarkom dan mencarikan jadwal halaqah serta menanyakan konfirmasi kehadiran anggota. Data kehadiran harus dimasukkan dalam Microsoft excel yang terpadu sehingga bisa di cek bagaimana kehadiran setiap peserta dalam halaqah.

Ada yang mengatakan bahwa memegang banyak kelompok tidaklah akan optimal. Tapi menurut pendapatnya tidak semua kelompok harus diperlakukan secara optimal. Sekedar “cukup” saja ternyata membuat binaan semakin baik. Ia berpikir, lebih baik memegang satu halaqah dengan optimal dan sembilan halaqah lainnya dengan kategori cukup saja, daripada Sembilan halaqah tersebut tidak mendapatkan pembinaan sama sekali.

Agar para binaannya mendapat kualitas pembinaan yang kian prima, al-Akh Mujahid secara bertahap mendelegasikan pembinaan kelompoknya kepada orang lain yang siap. Bila ia tidak bisa hadir dalam halaqah, ia akan berusaha untuk mencari murabbi pengganti sementara.

Agar semangat juang dan kekhusyu’annya dalam membina terjaga, Al-Akh Mujahid biasa mendengarkan nasyid Sang Murabbi dalam perjalanannya menuju tempat halaqah.

Barokallahu laka ya akhi…semoga para aktivis dakwah dapat mengambil teladan dari kesungguhanmu dalam mentarbiyah umat. Semoga Allah Ta’ala senantiasa mencurahkan ampunan, rahmat, barokah, dan keistiqomahan kepadamu dan kepada seluruh aktivis dakwah di negeri ini. Amin….
Al-Intima.
Pingu Cool

Monday, February 4, 2013

100% Choleric, 50% Melancholy, 30% Phlegmatic, 20% Sanguine.

Alhamdulillah, wasyukurillah.

Baru-baru ini hambe berpeluang bertemu pemimpin!

Cewah, gempak tu.

Baiklah benar, hambe bertemu pemimpin.

Pemimpin-pemimpin tanzim mahasiswa PEMBINA beserta pemimpin aktivisme seluruh IPT dan kawasan di Malaysia.

Beruntungnya hambe.

Oho...sempat juga hambe menelusuri hikmah dari setiap butir percakapan dalam setiap slot yang diselitkan.

Nyum,nyum enak!

Baiklah hambe pun sebenarnya pelik dengan diri hambe sendiri. Kenapa yang hambe kaku sungguh sepanjang program.

Nak bersuara pun tak terasa terpanggil, nak bertanya pun tak terasa nakkan penyelesaian, nak memberi pandangan berkongsi rumusan penyelesaian semuanya hambe tak buat.

Yang hambe buat adalah, senyap dan perhatikan!

haha...gila psikik kan?

Entahlah. Programmed to do so by my own mind?

Yang pasti hambe suka meneliti ikhwah akhwat yang join itu bersuara, bertanya dan sebagainya.

Salah satu slot yang hambe suka time program adalah yang disampaikan oleh salah seorang encik jkp, namanya enik uzair. Idealisme, Intelektualisme, Aktivisme dan.......

Yang dan ..... tu yang hambe suka. Terkesima sekejap.

Spiritualisme.

Presenter bersikap cool dengan membangunkan satu karakter yang sangat dekat dengan belia, iaitu Sultan Muhammad Al-Fateh.

Baginda sultan ini biasa-biasa sahaja pada hambe. Ceritanya telah ana khatam dan hadam. Biasa sahaja.

Tapi usai enik JKP memuqadimahkan bicaranya berkenaan baginda sultan muhammad, hambe terkesima cepat-cepat.

Pergh...hebad!

Kesemua ciri-ciri ini ada pada baginda sulta muhammad.

Dan sumpah semua benda, hampir semua benda selepas tu rasa mudah gila! Asalkan kita ada idealisme yang di intelektualismekan, kita lalu mengaktivismekannya dan kemudian berspritualismelah!

Huuuu....be open..be open...

Okeh, ni berkaitan benda lain pulak.

Be open.

Ada satu part namanya TOT Box, presenter asal tak dapat datang kemudian digantikan dengan slot khas oleh JKP sendiri. Seorang lagi encik JKP ,Encik Iqbal namanya, suruh semua peserta kawal pernafasan merelakskan diri.

Tarikh nafas, tahan 4 saat, dan lepaskan mengikut mulut.

tarik nafas, tahan, lepas, sekali lagi, letak tangan di peha, kaki jejak tanah, be open, be open..

Time ni as if beliau nak semua peserta mereleasekan rasa-rasa dalaman mereka.

Dan hambe?

Hambe rasa macam takde apa-apa dalam hati...

Benak hambe kosong.

Hanya mampu tersenyum sekejap sebelum senyuman itu mati tiba-tiba. Airmata bergenang.

Sakitnya. Rupa-rupanya, masalah-masalah sudah tak boleh ddikenalpasti, telah menjadi satu transition state material, complex unwindable.

Genang air mata di tabir.

Hm..biarlah begitu.

Ohoi, satu lagi slot yang best!

Know yourself.

Hambe dah pernah dengar dah pasal pengklasifikasian pesakit mengikut jenis bendalir yang banyak dalam badan masing-masing. So time ni hambe just refresh lah sikit-sikit.

Cuma bendanya, adalah, hambe tak tahu hambe ni hape?

Powerful Choleric ke, Peaceful Phlegmatic ke, Perfect Melancholy ke, or Popular Sanguine?

haha...sebab dalam penerangan tu cuba je matchkan dengan diri sendiri. Tapi erm~erm...okeh, mungkin flexible kot eh?

Kalau 200%. 100% Choleric, 50% Melancholy, 30% Phlegmatic, and the rest ges to Sanguine?

haha...actually I alone can't read myself.

Pingu Cool

Monday, January 28, 2013

Menyanyi malam-malam~

Bila sendirian fikiranku buntu,
Mengingati dirmu...
Dikau tiada lagi di sisku,
Hatiku sayu bertambah pilu....

Kasih,
Kau inspirasiku..
Kau mengajarku erti kehidupan ini.

Takkan ku lupakan nasihatmu...
Kerna ianya berguna untukku...

Seringkali aku berdoa padaNya,
Agar tabah menyusuri hidup ini..

Ya Allah, berikanku kekuatan,
Untuk menempuh dugaan yang mencabar..

Sekiranyaku mendapat pengganti,
Kudambakan insan sepertimu oh kasih..
Banyak membantu dan mendorongku...
Menjadi hamba yang taat kepadanya..

Sekiranyaku mendapat pengganti,
Kuharapkan insan sebaikmu oh kasih,
Banyak membantu dan mendorongku~

Menjadi hamba yang taat kepadaNya.

Walau dirimu tiada lagi.

Namun hatiku tetap kepadamu..

Kenangan bersamamu subur mewangi.

Takkan luput dari ingatanku.

Takkan luput dari ingatan ku~~~~~

Pingu Cool

Wednesday, January 23, 2013

Guardian 1: Knight In The Shining Armour.

Haha, hari ni berusaha ingin menjadi penjaga yang baik.

Tadi atas amanat ibu, saya pergi ke sekolah Idham untuk mengambil bantuan yang RM100 tu sebagai penjaga/waris terdekat.

Jadi pergilah dengan Ainina Shah, pusing-pusing Bukit Mertajam sebab sekolah Idahm sangat 'kaya' sampai satu papan tanda pun takde kat area BM tu. So ala-ala sesat lah.

Bila dah jumpa sekolah dalam pukul 12 cenggitu. Encik pengawal keselamatannya sangat berhemah dan peramah, begitu juga anak-anak sekolah.

Haha.

Sepatutnya dah jangkakan sesuatu.

"Makcik, depan sikit turun tangga tu makcik."ujar 'penunjuk jalan', adik si kadet polis.

Berlapang dada.

Pastu register kat registrar tapi tak dapat naik pentas sebab dah terlewat. banyak sangat info yang pelik-pelik sebenarnya.

Ternampak Idham dengan kawan beliau duduk di seat Tingkatan 1.

Di kejauhan tu rasa sayu..Idham langsung tak pandang belakang, dan sebenarnya sangat sedikit ibubapa yang hadir, ramai anak-anak yang tidak berwakilkan ibu bapa, ada yang terpandang-pandang ke luar pintu dewan.

Saya bisikkan kepada Ainina Shah.

"Encik, ni anak-anak yang lain ni saya penjaga mereka." terasa nak buat macam tu.

Mesti rasa sayu.

Dalam masa yang sama tetap stalker Idham dari belakang duk bisik-bisik dengan kawan dia, tak fokus langsung.

Time parents naik pentas, rasa sedih sebab datang lambat, kalau tak Idham boleh naik pentas.

Ainina: Kasihan Idham tak dapat naik pentas.
Saya: Takpe lepas ni dia kena naik pentas setiap tahun anugerah cemerlang insyaAllah. <<
Usai penyampaian, masa untuk pelajar bersurai. Mengikut makluman, akan ada kaunter kelas yang dibuka, tengok-tengok takde.

Bersua sebentar dengan salah seorang cikgu mereka.

"Assalamualaikum, saya penjaga salah seorang student kat sini, katanya akan ada kaunter untuk ambil bantuan tu, kat mana, sini ke kelas?"

"Waalaikumussalam, ANAK kelas apa?"

"ADIK saya kelas 1 Fikrah," Senyum.

"Oh dia kat mana?"

"Dia dah bergerak ke kelas. Lepas ni boleh ambil terus kan?Boleh balik kan?"

"Balik? Eh taklah, tak boleh balik,"

"Apa???"

"Diorang ada program maulidur Rasul esok, tak boleh balik. Mana dapat info boleh balik?"

"Lah dia yang cerita."

Soksek.

Last-last Idham tak boleh balik lagi so kena panjat tangga pergi bilik tingkatan dia.

Tingkat paling atas. Fuh..sebbaik stamina ok~

"Makcik, ni kelas 1 fikrah."
"Baiklah, terima kasih ye?"
"Makcik, kelas 1 Fikrah makcik," Seorang lagi bersuara.
"Baik, terima kasih banyak-banyak,"dia pun masuk ke dalam kelas tersebut. Laa..classmate Idham ke? Pastu dia keluar balik. Tiada guru di dalam kelas.
"Makcik, ni kelas 1 Fikrah,"
"BAIKLAH,NAK,"

Terspill.

Panggil Idham.

So cakap-cakap kat depan kelas. Idham segan dengan kawan-kawan.

Serius saya dah macam mak-mak pulak.

Pesan ni pesan tu.

Pastu Idham masuk kelas macam tu je~Haish~

So baliklah.

Datang macam melawat sekolah je.

Ye lah, duit pelajar boleh ambil sendiri, lagi tak dapat balik.

Terbayangkan kalau ibu ambil cuti sekadar nak ambil Idham kat sini, memang masalah. Mesti hangin~haha.

Takpelah~ibrah.

Lesson one in parenting skill.

Learn to 'read' the info of your children not solely listen to them.

Haha, selangkah ke baitul muslim? Enuf crap.

#sempat juga tanya kat guard cara nak ambil bus dari sekolah ke Butterworth~


Soksek.

Kena pergi kat kelas.


OnPingu Cool

Thursday, January 17, 2013

Call My Name.

Uhuks~uhuks~

Perhatian, entri ini sumpah bosan, bagi anda,anda,anda yang punya maslahah yang lebih aula, sila klik simbol pangkah di atas tab ini~dan sambunglah dengan agenda anda masing-masing.

Bagi yang dah dimamah bosan, seperti kukis monster memamah kukisnya, saya mohon untuk anda berfikir sekali lagi sebelum  meneruskan pembacaan.

Sekali lagi, entri ini sumpah bosan.

Bosan, tahu? Bosan?

Boring in henglish~

Baiklah~

Death is at your own risk okay?

Arakian tersebutlah kisah seorang yang bernama.............

Bernama apa?

Hurm,apa ye? Dah lupa dah namanya apa? Apa ye namanya?

Okeh inilah yang akan terjadi apabila setelah 3,4,5 tahun duduk bersama mashorakot~yang tak memanggil kita dengan nama kita sendiri. Hayok~takut tak? takut tak?

Asal Usul Nama

Tak payah nak asal usul sangatlah, kan~

Okeh, Siti Nur Nabilah Bte Nasri.

Dulu, time sekolah rendah kan, selalu terfikir, kenapa nama aku Nabilah? Tak sedap tu~ kenapa tak nama haslinda ke, amirah ke, puteri ke, rosdiana ke, maria ke, raja ke, tengku ke, saloma ke, natasya ke, elayne ke, etc,etc.

Sebab sumpah nama Nabilah ni tak market langsung~boring, takde kick, lame dan sumpahan-sumpahan senada yang sebagainya~

Sampaikan rasa jeles gila bila rasa nama nyah lagi sedap~amalina~

Kenapa nama dia ada na,na kat belakang tu?

Sebab time tu spread rumors yang kata selalunya nama perempuan kena ada na kat belakang, diana, kirana, amalina, syazana, ainina, aina, zarina, lalala~

Time tu rasa mnyampah~hish kenapalah tak boleh pilih nama sebelum kita lahir? Punyalah rasa nama nabilah tu lame~

Lepas tu spread pula rumors kata, nama perempuan kena ada 'ta marbutoh' kat belakang~

Yang kalau diwaqofkan akan berbunyi 'ha'.Atau H dalam bahasa 'hebrewnyew'

So, nama-nama perempuan seperti nabilaH, amiraH, syarifaH, masitaH, faizaH, fatiaH, nazifaH, haziraH, semuanya nama perempuan~yadayada~

Time tu memang mengarut. Yelah budak-budak lagi. Landasan tarbiah belum dikenali apetah lagi diterokai.

So takdelah nak fikir pasal dakwah, tesis, taklim, fyp, umat, isu semasa dan sebagainya.

'Bisnes' yang paling laris kat gazebo time waktu rehat ketika itu adalah 'botol air saya ada straw', 'bapa saya beli baju power rangers', 'ala, paper doll saya dah koyak, baju yang ni buruk lah, nak beli set yang baru', 'heee..awak curi sticker mickey mouse saya!' dan yang paling gempak adalah bila seseorang tahu nama bapak korang.

Fush, time tu kalau nama bapak kena unveil, ucapkanlah selamat tinggal dunia. Sebab lepas tu dah takde keamanan dah time nak escape awal pergi kantin sebelum waktu rehat.

"Nasri! Nasri! Nasri..." Haha, nostalgik sungguh.

urm...persoalan pasal nama ni berlanjutan sehinggalah ke sekolah menengah tingkatan dua.

Time tu tahu dah maksud nama aku ni sumpah indah.

Kebijaksanaan.

Bukan cerdik tau, bukan pandai, bukan pintar.

Tapi bijaksana.

Tapi tetap juga tak suka nama NABILAH tu.

So terjumpa satu nama yang dirasakan lagi cool.

Naballah.

Naballah? Tak ingat apa maksudnya tapi tulis kat buku tulis semuanya naballah~suka hati je tukar nama~

Sampai cikgu Iskandar, cikgu Bahasa Melayu tegur, time tu muka selamba badak je kata, tersalah tulis.~

Boleh pulak mamai sampai 27 buah buku nama naballah?

Dahlah kat cikgu tu saja ada lebih 3,4 buah buku?

yela, dengan pemahamannya, komsas, tatabahasa, karangan. Semuanya nama naballah.

Mana cikgu tu tak pelik? Haha, dunia, dunia.

Okeh tambah satu lagi kes.

Krisis identiti tahap akut.

Time tu tingkatan dua jugak, hehe, geng oktopusi (nama geng aku) semuanya ada nama samaran.

Guna untuk urm~urm boleh ke cakap eh? Boleh rasanya~

Guna untuk update buku Hobwash~

Buku dialog penceritaan geng oktopusi dan alam cinta [mata ke atas tangan ke bahu] ala-ala Harry Potter versi anak-anak sidek.

Sebab time tu lima-lima orang obses dengan benda alah tu~

Well in fact until now~

Tak kesah lah orang kata ada agenda missionaris ke hape, tapi yang pasti time dulu tengok tu memang boleh 'tertinggal' solat lah. Haha, kira berjayalah kan 'agenda missionaris' tu~

Okeh, enuf said.

So bila setiap orang ada nama samarn maka berlakulah sesuatu yang tak berapa patut berlaku.

Time tu zaman orang bawa fail plastik ke sekolah tahu?

Tahu tak fail plastik yang mana?

Ala yang boleh buka pastu klip kat tepi tu~selalu kalau lumba lari ke, pertandingan koir ke, kalau saguhati dapatlah fail plastik tu sekeping.

So nak dijadikan cerita, fail plastik aku kaler pink time tu tertinggal kat bangku kambing time solat asar.

Sebab dah terlewat, tempat wudhuk ramai sangat, so terlewat solat, lepas tu pulak ada perhimpunan.

Time dah habis solat tu, tengok-tengok kawan-kawan prefect dah buka pagar, so aku pun berlari lah laju-laju ala-ala waksen nyambek.

main rembat je beg yang aku tinggalkan kat bangku tu tuptup tertinggal fail tu~

Pastu bila esoknye datang for sure lah takde dah.

Mustahillah ada~takyah nak buat fairy tale sangatlah kan?

Pastu time tu rasa haru gila tahap gaban tak ingat~

Dalam tu ada senarai nama pengawas, jadual tugasan, pastu ada lukisan, ada poster daniel radcliffe dapat kat gempakz, tuptup hilang tanpa dikesan.

Okeh, dah boring? Haha sudah kubilang dong...

Okeh, lepas tu ala-ala depress jalanilah hidup sperti biasa.

Hinggalah pada suatu petang bertemu dengan cikgu Rohaizah yang sedang mengambil sesuatu dari kereta beliau.

"Nabilah, nanti cuba awak maklumkan kat perhimpunan, ni siapa punya?" katanya sambil menghulurkan sesuatu yang sangat-sangat aku kenali.

"Eh, cikgu ni saya punya!" Ujarku teruja.

"Hah? Tapi nama kat dalam tu lain.." katanya pula.

"Carmen..carmen...?" soalnya lagi.

Aku tersengih. Hehe. Cikgu dah pandang pelik.

"Saya lah tu cikgu," ujarku tersengih.

Cikgu Rohaizah geleng kepala.

"Awak ni Nabilah, bukan nama Islam tu~nama sedia ada dah elok dah..." aku sengih sahaja.

Catherine Carmen Cliff, tulah nama samaranku ketika itu, haha, nostalgia, nostalgia.

Peristiwa demi peristiwa berlaku, sehinggalah aku ditingkatan 5.

Time tu biasalah budak sekolah, banyak sangat nama ejekan yang pernah tertancap. Yang penting semuanya jadi memori. Mahyun, nenek, mak tiri, semuanya perasa-perasa yang melengkapkan kehidupan persekolahan.

Rata-rata rakan-rakan memang memanggilku dengan nama Nabilah.

Tapi nak dekat habis sekolah tu, tetiba dapat nama singkatan: 'Nab'.

Yang mana kekal sampai sekarang.

Ketika matrikulasi, ada satu kali tu aku guna kamus Besta milik Pui San, saudari x-rumate.

Saja je aku taip 'n.a.b' kat kamus tu nak tengok apa maknanya.

Punyalah terkejut!

NAB=New American Bible.

Wush. Time tu aku terus canang kat orang jangan panggil aku Nab, aku tak suka.

Tapi nak buat macam mana?

Dalam praktikum ada 3 orang nama Nabilah. Walaupun aku time tu ketua praktikum konon ada autonomilah nak pakai nama apapun tapi dah lepas satu sem, orang pun dah biasa dengan panggilan masing2.

Seorang tu namanya Nurrin Nabilah, yang ni depa panggil Nabilah. Seorang lagi namanya Nur Nabillahh, yang ni kami panggil kak bella. dan aku, Siti Nur Nabilah, orang biasa panggil Nab.

So selepas 'syura' dengan rakan-rakan rapatku, ada lah dua nama yang dominan.

Aku bagitahu hal ini pada Syazwan, Si Enchek Chekodok ketika itu dan beliau lalu terus memanggil aku SITI. Ulalala~

Seorang kawanku namanya Siti Zulaikha,tak kasi panggil aku siti sebab orang panggil dia Siti juga kat wing. So dia panggil aku Deena.

Deena yang bermaksud agama kami. Cantik kan?

Dia pandang aku time tu dan terus bagi nama tu. Sebab time tu aku baru kenal tarbiah. Dia lah yang menggalakkan~

Dan nama tu lekat sampai sekarang kalau aku bersapa dengan kawan-kawan matriks ku yang dulu.

In fact, mawardeena...dapat dari itu juga~

Ok, full said.

Huff. sebenarnya nak cakap apa?

Sabar...haiii takkan dah boring kot??? Lalalalala~

Call My Name.

Baru-baru ini aku tersedar akan sesuatu.

Hurm.....aku rindukan namaku.

Benda jadi bila aku tetiba terfikir.

Time tu tengah liqo PEMBINA tengah buat SWOT analisis untuk retreat ISMA.

Aku pun pelik apehal aku tak boleh fikir apa-apa?

Aku rasa macam numb gila!

Rasa macam kosong, kosong jiwa, kosong minda, kosong segala-galanya.

Pelik sangat.

Sehinggalah tiba-tiba, aku terjeda sejenak.

dah lama tak dengar orang panggil nama aku.

N.A.B.I.L.A.H

Nabilah, nabilah,nabilah,nabilah.............

Satu hari tu aku bangun sangat lambat.

Akhowat kejut bangun subuh, subuh wei, subuh.

Aku perasan ada 4 orang yang masuk kejut, seorang demi seorang.

Sebenarnya aku dah sedar tapi baring tunggu bilik air time tu ada akhowat yang tengah basuh kain. Lama gila. Sebenarnya tak lama pun.

Tapi sebab aku dah bangun lambat semua orang aku nak fire.

Tapi semasa aku tengah baring tu memang aku tengah mamai.

Tapi secara tiba-tiba je aku terdengar orang panggil nama aku.

NABILAH.

Aku terus celik mata selebar-lebarnya.

Rasa sesuatu. Yang menyelinap masuk terus ke dalam hati.

Rasa sesuatu yang hidup.

Usai solat subuh yang lewat hari tu aku terjeda lama...

Sangat lama.

Sebenarnya dah berapa lama aku tak keluar rumah?

Soalan tu aku tanya sebab rasanya subhanallah sangat lama orang tak panggil aku dengan nama, NABILAH.

Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu~~~~

Seronoknya dengar nama tu~

Nabilah~

Kalau kat rumah ni memang takde orang akan panggil aku Nabilah, semua orang panggil aku ayong.

Aku dah jadi tak suka pada panggilan tu~

Sebab panggilan yang sama akan dibawa bila berkumpul dengan akhowat yang tak duduk sama, nama tu di fesbuk, nama tu di-liqo', nama tu diprogram, nama tu di tugasan halaqah.

Oh ye, bercakap berkenaan tugasan halaqahlah yang membuatkan aku menimbulkan isu nama ini.

Haritu dapat tugasan halaqah, dan nama tu jugaklah yang tertulis mewakili aku di situ.

Terus bagitahu Qurratun albi. Berkongsi rasa dengannya.

Tiba-tiba, rupa-rupanya dia juga sama.

Baru perasan kekurangan itu dalam hidup.

Baru tahu bahawa ada satu rasa yang pelik bila M panggil nama kita.

Dia berkongsi rasa yang sama.

Ingatkan kongsi perut je.

So aku pun paksa beliau panggil nama aku balik. Muahaha.

"Mula-mula dulu nak panggil ayong tak boleh tau..,"luah beliau. "...rasa geli..hee..yelah dah biasa panggil nabilah.."tambahnya lagi.

Aku sengih sahaja.

Ohoi, permulaan yang baik.

Tapi tetap juga tersasul2.

Sekarang, macam mana nak koreksi orang lain pula?

Oh, if you want to change, then be the change.

Then let me be the change.

Aku sendiri yang akan start dengan memanggil nama kembali.

**************************************************************

"Tahu tak sebenarnya, makin lama rasa makin bengong dalam melalui kehidupan?" soalku pada Qurratun Qalbi a.k.a Ainina Badzrul Shah.

"Bengong? Kenapa?" Soalnya sambil memandangku pelik.

"Sebab dah takde orang yang doa...."ujarku sedih.

Dia angkat kening.

"Dah takde orang yang panggil nama, Nabilah....yang ada ayong, ayong, ayong, ayong tu apa maknanya? Mana ada makna? Dah takde orang yang doakan kebijaksanaan, takde orang nak panggil nama betul, dahlah dah takde liqo dengan adik-adik, dulu ada juga orang yang boleh doakan, sekarang tinggal ahli rumah je itupun.....,"aku malas dah nak sambung. Rasa emosional pulak~

Ainina Shah dah mengangguk-angguk kencang tanda sangat-sangat faham.

"Haah lah, baru perasan....,"ujarnya pendek.

"Dulu kan time M panggil nama, rasa sangat refresh, rasa nak nangis, rasa nak menjerit, melompat-lompat. Rasa macam 'ya Allah, M panggil nama aku...' punyalah kasihan...sebab M jarang nak panggil nama ayong, asik2 panggil A....panggil B....sangat jaranglah sebut Nabilah...? Tapi bila sebut tu huuuuu rasa...,"tak dapat diteruskan.

"Haah, ateh pun macam tu juga, mula-mula rasa biasa, M tak pernah panggil Nina, tapi ada satu kali tu M panggil Nina, rasa......wuaaa~bestnye..,"

"Betul, dan sejak tu lah ayong rasa yang sebagai M, kena panggil nama semua anak, berkali-kali. Itu membelai jiwa mereka." Hurm...keluhan berat.

"Boleh tak lepas ni ateh panggil ayong, Nabilah balik?" soalku.

"Sebenarnyakan dulu time nak panggil ayong tu geli...sebab tak biasa. Ok lah nabilah..."ujarnya sambil sengih.

"Kalau time dengan ahli rumah takpe lah ateh nak panggil ayong, ayong pun takpe." ujarku lagi.

"Ha, maksudnya?" Dia bertanya pelik.

""Takdelah kalau time makan tu takpe je nak panggil ayong..takkan time makan tetiba pula, 'nabilah..minta kicap..' mesti orang ingat 'budak dua orang ni pehal pulak? rival ke hape?'" Ainina tergelak.

"Okeh, okeh...."

Sebenarnya kan, tak tahu sejak bila.

Rasa nama Siti Nur Nabilah Bte Nasri itu sangatlah istimewa. Sangat manis, sangat membahagiakan.

Kalau ada orang yang sebut panjang-panjang cukup dengan qolqolah sughra wa kubro nye memang hambe kenang sampai mati lah~

Sebab, rupa-rupanya, itulah doa.

Yang memacu aku merentasi kehidupan ini.

Dalam kebijaksanaan yang bersesuaian.

Allah tahu apa yang terbaik untukku.

Maka dia memilihkan bagiku nama yang itu.

Terima kasih Ayah dan Ibu kerana telah mematrikan sebuah mantera doa yang teramat indah.

Siti Nur Nabilah Bte Nasri.

Call Me By My Name. Please.



Nota kaki:
Dulu dalam kelas time sekolah menengah aku seorang je nama Siti, so nama aku adalah yang paling belakang sekali dalam senarai kedatangan dan kalau time susun tempat duduk peperiksaan aku akan duduk di tempat paling belakang dewan.

Pastu time tu cikgu Fizik, panggil aku Siti.

Pastu kalau perasan ejaan binti pada namaku adalah Siti Nur Nabilah Bte Nasri.

Bte.

Khas tu. Sebab aku anak sulung, time tu mungkin first time ayah pi daftar nama, kebetulan pula ayah seorang guru menaip ketika itu, sebelun kegawatan ekonomi tahun 98 beliau ada buka institut komputer, so mungkin terpengaruh dengan sistem trengkas, so binti jadi bte.

Dan bte tu jadi darah daging selama 22 tahun aku hidup ni.

Baru-baru ni dapat kad pengenalan baru, sengaja tukar.

Tengok-tengok bte dah takde! Jadi binti dah~~~~


Wuwaaa sangat sedih, dahlah gambar pucat macam hape ntah, tamau binti~

Terus jadi tak istimewa dah~ sedih~

Takpelah, surat beranak ada lagi~

Tanya kat ibu, valid ke ibu macam tu? Bukan ke surat beranak lain...

Ibu kata, dia nak selaraskan lah tu~

Takpelah Siti Nur Nabilah Bte Nasri tetap bertakhta di hati~


Pingu Cool